Ngopi sendirian di warung sambil mendengarkan percakapan supir-supir travel ini, jadi pengen nulis soal logika.
Terlebih dulu, kita harus tau apakah logika itu? Logika berasal dari kata Yunani kuno (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika jg dipakai sebagai ilmu, ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur.
Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal. (Wikipedia)
Bisakah manusia terbang? Secara logika, itu tidak mungkin. Karena bertentangan dengan hukum gravitasi dan kemampuan fisik manusia ciptaan tuhan. Tapi secara ilmu logika, hal itu menjadi mungkin. Dengan daya imajinasi dan akal pikirannya, manusia menciptakan pesawat terbang yg bisa membawa puluhan bahkan ratusan manusia terbang melintasi angkasa secara bersamaan.
Di kehidupan sehari-hari logika juga memegang peranan penting. Contoh-contoh kecil seperti..
Kenapa ada malam?
Kenapa kita mengantuk?
Kenapa makanan ini terasa asin?
Kenapa bos di kantor begitu galak?
Kenapa dan kenapa kenapa yg lainnya..
Semua hal ada penjelasan logis nya.
Alangkah baiknya jika kita menjalani hidup dan bertutur kata dengan menggunakan logika yg sudah diberikan tuhan kepada tiap-tiap manusia ciptaannya.
Logis, namun tidak menuhankan logika. Karena yg menciptakan akal adalah tuhan juga. Walaupun logika manusia dan logika tuhan sering kali terasa kontradiktif, namun biarlah itu menjadi misteri.
Leave a comment