Avengers: Endgame [NON-SPOILER] Review

Hype film ini sungguh luar biasa, fans militan Marvel maupun penonton biasa yang hanya menyaksikan sebagian film-film MCU (Marvel Cinematic Universe) penasaran dengan nasib para superhero yang hilang menjadi debu setelah “Thanos Snap” di film sebelumnya Avengers: Infinity War (2018). Ekspektasi saya pun mirip dengan kebanyakan orang, plus saya penasaran dengan masa depan MCU pasca film ini, serta kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di phase 4 yang katanya akan di mulai setelah film Spiderman: Far From Home (Mei 2019) sebagai penutup dari phase 3 MCU.

Tanggal 24 April 2019 kemarin Endgame rilis di indonesia, dan rasa penasaran itu terbayar lunas 😌

Film berdurasi 181 menit ini berhasil menjadi penutup yang apik untuk 21 film MCU sebelumnya. Paket lengkap film superhero, action, drama, dan sedikit bumbu komedi khas Marvel, membuat penonton betah dan terbawa suasana yang heroik sekaligus haru, EPIC!

Robert Downey Jr. (Tony Stark/Ironman), Chris Evans (Steve Rogers/Captain America), Chris Hemsworth (Thor), Mark Ruffalo (Bruce Banner/Hulk), Scarlett Johansson (Natasha Romanoff/Black Widdow), dan Jeremy Renner (Clint Barton/Hawkeye), menjadi center of attention dengan menyuguhkan kualitas akting terbaik mereka. Para member original Avengers tersebut bergelut dengan beban psikologis masing-masing dan tanggung jawab yang besar pasca event di Infinity War.

Pace terasa agak lambat di act pertama film ini. Duo sutradara Anthony dan Joe Russo seperti sengaja membuat penonton ikut merasakan pergelutan psikologis tiap-tiap karakter utamanya. Act kedua dan ketiga film adalah pakem tipikal standar film Hollywood dimana eksekusi rencana-rencana yang dibangun, tak berjalan mulus hingga terjadi improvisasi dan masalah berhasil dipecahkan namun tetap tidak sempurna (you know when you see it) 😶. Masuk di act keempat film, and here where the Marvel movie magic begin..

Spektakuler saja belum cukup untuk menggambarkan betapa riuhnya bagian akhir film ini. Kita seperti disadarkan bahwa begitu besar dan megahnya dunia cinematic yang dibangun Marvel selama kurun waktu 1 dekade ini, bahkan masa depan MCU pasca Endgame juga sudah mulai sedikit di tease.

Secara keseluruhan film ini adalah yang terbaik dan punya scale yang paling besar dibanding semua film-film MCU sebelumnya. Jelas film ini tidak sempurna, masih ada beberapa plot hole, masalah kontinuitas, adegan-adegan yang tidak terlalu penting, dan banyak karakter-karakter yang treatment nya sangat kurang alias mubazir atau hanya sekedar lewat. Namun menurut saya itu hal yang wajar mengingat begitu banyaknya katalog karakter di MCU, tidak akan cukup jika di treat berlebih dalam satu film. Film ini juga punya level “fans service” yang sangat tinggi, easter egg, referensi komik, dan callback film-film sebelumnya bertebaran dari awal hingga akhir film.

Rating 9/10

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑